Sabtu, 21 Februari 2015

Singkong Obat Ajaib untuk Kanker

Singkong, atau ketela pohon, ubi kayu (Manihot utilissima), adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae, umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Umbi ketela pohon ini merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein, namun sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong, karena mengandung asam amino metioinina.
Berdasarkan pengalamannya sendiri, Dr Cynthia Jayasuriya, telah membuktikan bahwa singkong ternyata mengandung vitamin B17 yang sangat efektif untuk memerangi penyakit kanker.
Secara sederhana, cara kerja singkong sbb :

Nama ilmiah vitamin B17 adalah Amygdaline. 
Sel kanker adalah sel yang belum matang dan memiliki enzym yang berbeda dengan enzym normal. 
Ketika vitamin B17 digabungkan dengan enzym sel normal, B17 akan terurai menjadi 3 jenis gula. Namun ketika tergabung dengan enzym sel kanker, B17 terurai menjadi 1 gula, 1 benzaldehida dan 1 asam hidrosianik. Asam hidrosianik inilah yang membunuh sel kanker secara lokal.
Pengalaman Dr Cynthia, menderita kanker kandung kemih stadium 2, setelah tujuh tahun mengidap kanker di urethra. Ginjal, urethra dan sebagian dari kandung kemih sudah diangkat, setelah itu menjalani radiasi dibagian perut. Pada tahun ketujuh, ditemukan darah dalam urine yang ternyata disebabkan oleh berkembangnya lagi sel kanker di kandung kemih.
Berdasarkan pengalaman seorang Dokter Misionair Inggris di Afganistan, menemukan kandungan B17 dalam biji apricot, yang di Amerika dan Australia dijadikan pengobatan kanker tanpa kemoterapi. 
Saat sedang dirawat karena kanker, Dr Cynthia menemukan bahwa B17 juga dikandung dalam makanan sehari2 yaitu singkong.
Setelah dikonsumsi selama 1 bulan, melakukan pemerikasaan kandung kemih dan ternyata kandung kemihnya benar2 bersih dan normal. Selama makan singkong, beliau merasa sangat fit, dan orang lainpun melihat nya sangat sehat.
Setelah itu setiap tiga bulan diperiksa dan hasilnya tetap bersih. Sejak itu beliau hanya makan singkong dan tidak menjalani pengobatan lainnya.

Singkong, murah, mudah didapat, mudah dimasak dan sangat lezat dengan cara sbb :
1. Pilih singkong yang segar, yang tidak ada noda biru.
2. Rebus dan jangan tutup panci selama memasak, agar membantu menguapkan kelebihan asam midrosianik.
3. Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung jahe/ginger, seperti biscuit jahe, ginger beer, ginger ale sedikitnya 8 jam setelah mengkonsumsi singkong.
Semoga bermanfaat!