Minggu, 27 September 2015

Sejarah SINGKONG GAJAH RISTONO


Pada tahun 1992, Dr. Ristono, MS, yang bertempat tinggal di Kota Samarinda, Provinsi Kalimatan Timur, melakukan penelitian singkong. Penelitian terebut diawali dengan penanaman singkong karet yang tumbuh secara liar di Kalimantan Timur yang umbinya sulit diketemukan hanya panjang ( mrentel-mrentel)  tidak enak dimakan tumbuhnya segar dan menaun kadang bisa membesar dan meninggi bisa umur sampai 30 tahun, disekitarnya dengan jarak lebih kurang 2 m ditanam singkong yang enak rasanya yang berasal dari berbagai tanaman dari lokasi transmigrasi Kalimantan Timur terutama dari Kabupaten Kutai Kartanegara yang ubinya kecil s/d sedang dengan diameter 3-4 cm, panjang umbi 30 cm (rasanya enak waktu peneliti masih muda makan singkong di jawa rasanya enak dan pulen, maka rasa yang enak tadi disebut “Gatot Kaca”). 

Penanaman dilakukan dilokasi berdekatan dengan rumah tinggal peneliti yang berlokasi di  Jalan  Pramuka  Komp. Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimatan Timur dengan luas lahan 400 m2.
Varietas Singkong Gajah telah didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian. Sebagai Varietas Hasil Pemulian, Nomor: 183/PVHP/2013.
Tanggal 18 Nopember 2013.